Setiap orang berhak merasakan kepedulian dan kasih sayang. Di sekitar kita, masih ada mereka yang berjuang dalam keterbatasan — anak yatim yang membutuhkan uluran tangan, keluarga dhuafa yang menanti bantuan, dan masyarakat yang sedang diuji oleh musibah. Di sanalah, hadirnya kepedulian menjadi cahaya yang mampu menguatkan dan menumbuhkan harapan baru.
Melalui program Sosial Kemasyarakatan, PPTQ Ulul Albab Sukoharjo berupaya menghadirkan kebaikan yang nyata di tengah masyarakat. Berbagai kegiatan seperti bakti sosial, santunan yatim dan dhuafa, bantuan musibah, hingga aksi kemanusiaan menjadi wujud nyata cinta dan kepedulian pesantren terhadap sesama. Santri turut terlibat langsung, belajar berbagi, dan menebar manfaat di tengah masyarakat sebagai bentuk dakwah dengan tindakan.
Mari bersama menebar kebaikan tanpa batas. Karena setiap uluran tangan yang kita berikan bukan hanya meringankan beban orang lain, tetapi juga memperkuat nilai kemanusiaan dan keimanan dalam diri kita. Saat kita peduli, sesungguhnya kita sedang menghadirkan kasih Allah di dunia. 🌿
Bencana tanah longsor yang menimpa wilayah Banjarnegara pada akhir November 2025 menyisakan duka dan kesulitan bagi banyak warga. Aktivitas masyarakat terhenti, akses jalan terganggu, dan kebutuhan harian menjadi tantangan tersendiri bagi para penyintas. Di tengah situasi tersebut, Tim Ulul Albab Peduli hadir untuk memberikan dukungan langsung bagi warga yang terdampak.
Selama dua hari, Jum’at–Sabtu, 21–22 November 2025, tim bergerak menuju Dapur Umum Muhammadiyah Cabang PandanArum, yang sejak hari pertama bencana telah menjadi pusat layanan konsumsi bagi masyarakat dan relawan lapangan. Dapur umum ini berfungsi sebagai titik vital penyedia makanan siap saji, sehingga dukungan logistik menjadi kebutuhan paling mendesak.
Dalam misi kemanusiaan ini, Tim Ulul Albab Peduli menyalurkan berbagai bentuk logistik yang disiapkan untuk membantu keberlangsungan pelayanan dapur umum. Bantuan yang diberikan meliputi:
Setibanya di lokasi, tim disambut oleh pengelola dapur umum dan relawan Muhammadiyah yang sejak awal bekerja tanpa henti. Logistik yang dibawa langsung dipilah dan dicatat untuk kemudian didistribusikan sesuai kebutuhan harian. Suasana solidaritas terlihat jelas—baik dari relawan lokal, masyarakat, maupun pihak yang membantu dari luar daerah.
Bantuan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan konsumsi, tetapi juga menjadi simbol bahwa masyarakat Banjarnegara tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Setiap paket yang diberikan adalah bentuk kepedulian, harapan, dan doa agar warga dapat segera pulih dari kondisi darurat.
Melalui penyaluran ini, Tim Ulul Albab Peduli menegaskan komitmennya untuk selalu hadir dalam aksi kemanusiaan, terutama di saat masyarakat membutuhkan uluran tangan. Semoga langkah kecil ini memberi manfaat besar bagi warga terdampak dan menjadi penguat dalam proses pemulihan pascabencana.